Keindahan Bebatuan Alam Mulai Menggeser Fungsi Keramik
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Konsep rumah modern yang belakangan mulai ditinggalkan, diam-diam diambil alih oleh konsep rumah minimalis.
Bahkan, karakter minimalis yang mulai jor-joran diterapkan pengembang perumahan, perlahan pula terdegradasi pelan-pelan oleh konsep perumahan yang menerapkan alam atau kebudayaan.
Hal itu sejalan dengan makin ramainya pemain di material building mulai menciptakan produk-produk baru berjenis alam. Satu contoh adalah batu alam, yang kini malah peminatnya hadir dari kalangan menengah keatas, jauh berbeda dengan penggemar kramik yang datang dari kalangan umum yaitu masyarakat low, middle dan hight.
Dijumpai di kantornya Jalan Gatot Subroto Medan, Marketing Supervisor Home Smart Laila Novida, menjelaskan pihaknya sendiri sebagai penjual material bulding melihat pasar itu, dengan menjual berbagai macam batu alam atau perlengkapan furniture yang terbuat dari bebatuan alam.
Dari segi harga juga tidak main-main, ia mencontohkan batu alam granit marmer asli dari alam, mereka jual per meternya per segi berada dikisaran harga Rp 500 ribu hingga Rp 1,4 juta. Selain itu, untuk menambah keangguna rumah seseorang pihaknya kini telah menyediakan pola dinding dari bebatuan alam berbentuk bidadari yang seharga Rp 888 ribu per unitnya.
"Saat ini yang paling laku jenis batu alam Palimanan. Masyarakat memandang batu jenis ini terkesan alam dan sangat kelasik. Dari segi harga juga tidak terlalu jauh dari kramik, yang per meternya seharga Rp 125 ribu," ujar Laila yang didampingi staf SPG store.(Irf/tribun-medan.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar